5 Macam Tata Cara Duduk Yang Paling Sopan Menurut Islam

TopikIslam.com – cara ini berlaku untuk siapa saja baik laki-laki maupun perempuan, baik pejabat maupun rakyat, kaya miskin, semua tidak ada yang di beda-bedakan. Ingin tahu caranya ? yuk ikuti terus artikel ini.

Dalam rumus hukum fiqih islam (Qawa’idul fiqhi) adanya keterangan seperti ini “yang khusus di khususkan dan sebaliknya yang tidak khusus maka tidak di khususkan.

Dalam kalimat itu banyak orang yang salah menafsirkan dan menerapkanya untuk berbagai macam masalah dalam segala hal, namun ketahuilah bahwa yang di maksud dalam kalimat itu tersebut adalah khusus untuk bab fiqih dan tidak tepat apabila di terapkan dalam hal-hal yang lainya contohnya seperti bab Akhlak,aqidah dan seterusnya.

Memang dalam keterangan itu akan mencerminkan keadilan bagi seluruh tingkatan apa saja, namun dalam hal etika tentang duduk kalimat itu tidak berlaku, karena masalah duduk yang di ajarkan Rasulullah saw. semua sama (dalam arti sederajat), dan tidak membeda-bedakan antara orang ini ataupun orang itu.

Dalam tata cara duduk yang benar adalah kita di wajibkan mensuri tauladani Nabi kita yaitu Nabi Muhammad saw. Lantas seperti apakah ketika Nabi Muhammad saw. duduk?

Etika duduk ini sengaja saya rangkum berdasarkan hadist, agar mudah di baca dan di fahami untuk semua kalangan tua ataupun muda, dan khususnya untuk pembaca yang budiman.

Adapun cara duduk yang akan saya jelaskan adalah ketika bagaimana anda duduk ketika bersama teman atau kawan, orang banyak atau jama’ah.

cara duduk yang benar ketika bersama teman

 

Cara duduk yang benar ketika besama teman

1. Dilarang membangkitkan orang yang sudah duduk agar anda bisa duduk di tempat itu.

Sesuai dengan sabda Nabi Muhamad swa.

Artinya :
Dari Ibnu Umar ra. Berkata : Rasulullah saw. Bersabda : “janganlah sakali-kali salah seorang di antara kamu sekalian membangkitkan seseorang dari tempat duduknya kemudian ia duduk pada tempat itu, tetapi hendaklah kamu sekalian berlapang-lapang dan berenggang-renggang”. Dan bagi Ibnu Umar bila ada seseorang bangkit dari tempat duduknya dan Ibnu Umar di persilakan untuk duduk pada tempat itu maka ia tidak mau duduk pada tempat itu” (HR.Bukhari dan Muslim).

2. Orang yang berhak duduk di tempat itu adalah orang yang paling pertama datang duduk di tempat itu.

Sesuai dengan hadist Nabi saw.

Artinya :
Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : “Apabila salah seorang di antara kamu skekalian bangkit dari tempat duduknya kemudian ia kembali lagi, maka ia yang paling berhak untuk duduk pada tempat tersebut”. (HR. Muslim).

3. Tidak duduk dengan cara menyela di antara dua orang yang sudah duduk, walaupun untuk shalat, kecuali sudah mendapat izin darinya.

Sesuai dengan hadist Nabi Muhamad saw.

Artinya :
Dari Abdullah Salman Al-Farisy ra. Berkata : Rasulullah saw. Bersabda : “tiada seorangpun yang mandi pada hari jumat kemudian bersuci dengan sempurna dan memakai minyak atau memakai harum-haruman yang ada di rumahnya lantas pergi ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang (yang sudah duduk lebih dulu) kemudian shalat sebagaimana yang telah di tentukan serta memperhatikan khutbah sewaktu imam berkhutbah, melainkan di ampuni dosa-dosa yang di perbuat antara hari itu sampai jumat berikutnya” (Riwayat Bukhari).

Dan hadist Nabi Muhammad saw.

Artinya :
Dari Amir bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya ra. Bahwasanya Rsulullah saw. Bersabda : “Seseorang tidak di perbolehkan untuk memisahkan antara dua orang kecuali atas izin keduanya itu”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

4. Tidak boleh duduk di tengah-tengah lingkaran majlis

Sesuai dengan Sabda Nabi saw.

Artinya :
Dari Hudzaifah (Bin Al-Yaman) ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Mengutuk orang yang duduk di tengah-tengah lingkran Majlis (Riwayat Abu Dawud).

5. Duduk dan Dzikir kepada Allah swt.

Sesuai dengan Hadist Nabi saw.

Artinya :
Dari Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah saw. Beliau bersabda : “Barang siapa yang duduk dalam suatu tempat duduk kemudian ia tidak dzikir kepada Allah Ta,ala maka ia akan mendapat kerugian di hadapan Allah. dan barangsiapa yang berbaring kemudian ia tidak dzikir kepada Allah Ta’ala maka ia juga akan mendapat kerugian di hadapan Allah” (Riwayat Abu Dawud).

Semoga artikel yang singkat ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca yang di rahmati Allah. Amin ya rabal’alamin.

5 Macam Tata Cara Duduk Yang Paling Sopan Menurut Islam | Topik Islam | 4.5

Leave a Reply