Ciri-Ciri Makanan, Minuman, Binatang Yang Halal dan Haram

TopikIslam.com – Apabila anda ingin mengetahui apa saja ciri-ciri makanan, minuman dan binatang yang di haramkan dan yang di halalkan menurut islam, sekarang sungguh anda sangat beruntung, karena saat ini anda berada di artikel yang anda inginkan, yaitu blog yang akan memebahas, bagaimana makanan atau minuman bisa di hukumi haram atau halal menurut islam.

Berdasarkan pengetahuan saya selama menuntut ilmu di pesantren, dan ingin mensyiarkanya lewat media sosial ini, sebelumnya saya minta maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan di sana-sini yang di sengaja ataupun yang tidak di sengaja, maka sudi kiranya para pembaca semuanya untuk menegur kami lewat line yang telah saya sediakan, dan saya siap untuk memperbaikinya.

Dalam artikel ini saya tidak akan menyampaikan atau menyebutkan satu persatu tentang makanan atau minuman yang di haramkan dan yang di halalkan menurut islam, melainkan insya allah saya akan menyampaikan pokok-pokok dasarnya saja, agar pada suatu ketika anda bisa menilai sendiri tentang apakah makanan atau minuman itu haram atau tidak haramnya ataukah halal, dengan pengetahuan anda sendiri setelah membaca artikel ini.

Tentunya makanan atau minuman yang anda konsumsi di harapkan terhindar dari suatu yang haram, karena segala makanan dan minuman yang haram tidak akan ada manfaat kebaikanya, bahkan malah sebaliknya akan mendapatkan kerugian-kerugian baik di dunia maupun kelak di akhirat nanti.

ciri ciri makan minuman dan bintang yang haram dan halal

Untuk mengetahui tentang Ciri-Ciri Makanan, Minuman, Binatang Yang Halal Dan Haram tidaklah sulit, apabila anda mau membaca artikel ini sampai selesai, ingin tahu seperti apa pembahasanya ? yuk ikuti terus.

Hukum terhadap hal yang mengenai Makanan

Pertama saya akan menerangkan terlebih dahulu yaitu tentang bab makanan, yang mana kenapa dan bagaimana, ada sebagian makanan yang di haramkan menurut islam dan apa saja pokok-pokok atau dasarnya makanan itu bisa haram.

  1. Di dalam Al-qur’an atau Al-Hadist tidak di temukan dalil atau hukum yang mengharamkan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, oleh karena itu segala tumbuh-tumbuhan atau buah-buahan boleh di makan, kecuali yang mengandung racun atau kotor atau di anggap membahayakan.
  2. Pada dasarnya semua makanan halal, selain yang memberi mudharat (merusak) pada akal dan badan atau keji dan najis, juga selain yang di haramkan yang di sebut dalam Al-qur’an seperti bangkai, darah, babi atau anjing dan lainya.
  3. Racun dan segala bhisa hukumnya haram di makan walaupun sedikit, kecuali bagi orang yang kebal terhadap racun atau bisa itu sendiri dan tidak membahayakan.
  4. Sesuatu yang keji (menjijikan) seperti ingus, ludah, peluh, dan sebgainya, hukumnya haram di makan.

 

Hukum terhadap hal yang mengenai minuman

  1. Semua minuman hukumnya halal kecuali yang memabukan atau yang memberi mudharat (merusak) pada akal dan badan, seperti arak, air tuba dan lain sebagainya.
  2. Minuman arak, baik sedikit maupun banyak hukumnya sama saja, yaitu haram.
  3. Makanan dan minuman yang cair dan kena najis hukumnya haram di makan atau di minum.
  4. Makanan dan minuman yang beku dan kena najis, setelah najis itu di buang dari sekelilingnya yang di kenainya, maka makanan dan minuman itu boleh di makan.

 

Hukum terhadap hal yang mengenai binatang

Binatang yang Halal
1). Semua binatang yang hidup dalam air dan tidak dapat bertahan lama hidup di darat hukumnya halal, sekalipun rupanya seperti binatang yang haram di darat, misalnya seperti rupanya babi, kecuali binatang yang mengandung racun.

Sesuai dengan firman Allah dalam Al-qur’an

Artinya :
“Telah dihalalkan bagimu menangkap ikan di laut dan (halal juga) memakanya untuk bekalan kamu dan bagi orang-orang yang berjalan (berlayar)”. (S.Al-Maidah, ayat 96).
Dan sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw.

Artinya :
Dari Abi Hurairah ra. Ia berkata : telah bersabda Rasulullah saw. Mengenai laut : “Dia suci airnya dan halal bangkainya”. (HR.Imam yang empat).

2). Binatang-binatang darat yang halal ialah sapi, Lembu, kambing, kuda, kerbau, unta, kijang/rusa, pelanduk, landak, kancil, menjangan dan kelinci.

Firman Allah :

Artinya :
“Dihalalkan bagi kamu binatang ternak (lembu, kerbau, kambing, dan unta)”. (QS.Al-Maidah, ayat 1).

Dan dari jabir ra berkata :

Artinya :
“Nabi saw. Mengijinkan makan daging kuda”. (HR.Bukhari dan Muslim).

3). Burung yang halal seperti itik, mentok, angsa, ayam, ayam hutan, belibis, punai, merpati, tekukur, merbuk, deruk, perling, burung ayam-ayaman, burung pipit, dan beberapa jenis burung yang halal lainya.

4). Segala makanan yang baik dan lezat halal hukumnya.

Sebagaimana firman Allah

Artinya :
“Allah menghalalkan bagi mereka barang-barang yang baik dan lezat, dan mengharamkan atas mereka barang-barang yang jelek”. (S.Al-A’raf, ayat 157).

Binatang yang Haram
1). Semua binatang yang hidup di dua tempat, yakni di darat dan di air hukumnya haram, seperti katak, penyu, buaya, kepiting batu, dan sebagainya.

2). Semua binatang yang bertaring kuat hukumnya haram di makan, seperti gajah, singa, harimau, serigala, beruang, badak, kucing, kera, anjing, terenggiling, macan tutul, dan sebagainya, termasuk juga tikus.

Sesuai dengan sabda Nabi saw.
Artinya :
“Semua binatang yang bertaring itu haram di makan”. (HR.Mulim).

Dan dalam hadist yang lain di sebutkan juga

Artinya :
“Nabi saw. Melarang makan semua burung yang mempunyai kuku tajam”. (HR.Muslim).

3). Semua burung yang berkuku tajam dan menyambar serta makan dengan kakinya, mencengkeram, tidak dengan mencotok, hukumnya haram, misalnya : burung elang, nurri, kakatua, rajawali, burung hantu, tiung, kelelawar, merak, belatuk, burung layang-layang dan lain sebagainya.

4). Hasyarat : yakni binatang bumi yang kecil-kecil, hukumnya haram di makan, seperti semut, lalat, cacing, jengkerik, lipas, pacat, ulat, ngengat, lintah, lebah, lawah-lawah, kumbang, nyamuk dan kalamayar.

Sesuai dengan sabda Nabi saw.

Artinya :
“Ada lima binatang yang jahat hendaklah di bunuh, baik di tanah halal maupun haram, yaitu ular, gagak, tikus, anjing galak dan burung elang” (HR.Muslim).

Tentang katak dinyatakan dalam hadist
Dari Abdur Rahman bin Utsman Al-quraisyi ra.

Artinya :
“Bahwasanya seorang tabib bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang katak untuk di buat menjadi obat, maka beliau melarang membunuhnya” (HR.Ahmad, dan di sahkan Hakim, dan diriwayatkan pula oleh Dawud dan Nasai).

Dari hadist ini jelas, bahwa katak itu haram dimakan, sebab apalagi di makan, sedang di bunuh saja di larang.

Sebab-sebab haramnya makanan

Sebab pokoknya haramnya makanan itu ada lima :

  1. Sebab ada nas Al-qur’an atau hadist.
  2. Sebab di suruh membunuhnya.
  3. Sebab dilarang membunuhnya, seperti katak.
  4. Sebab keji kotor menjijikan.

Dalam hadist Nabi di jelaskan sebagai berikut

Artinya :
Dari Ibnu Umar ra. : ia ditanya tentang landak, maka ia menjawab : “katakanlah, aku tidak menemukan dari apa yang di wahyukan kepadaku, makanan yang haram dimakan” (al-ayat). Lalu berkata seorang syekh yang ada di antaranya : aku telah mendengar Abu Bakar berkata : binatang itu telah di sebutkan di hadapan Nabi saw. Maka beliau bersabda : “itu adalah satu di antara binatang kotor”. Maka berkata Ibnu Umar ra. : apabila Rasulullah saw. Telah berkata demikian, maka landak itu seperti yang beliau katakan. (HR.Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad yang lemah).

Dalam riwayat lain di sebutkan :

Artinya :
Dari Ibnu Umar ra. Ia berkata : Rasulullah saw. Telah mencegah makanan binatang-binatang yang suka makan kotoran dan mencegah meminum susunya”. (HR. Imam yang emapat).
Demikianlah berdasarkan hadist tersebut bahwasanya jelas sesuatu yang kotor itu haram di makanya.

Dan sesuai dengan firman Allah

Artinya :
“Allah telah menghalalkan bagi mereka segala yang baik (lezat rasanya), dan mengharamkan yang kotor-kotor (keji). (S.Al-a’raf, ayat 157).

5). Sebab memberi Mudlarat

Di terangkan dalam sebuah hadist

Artinya :
Dari Ibnu Abas ra. Ia berkata : Rasulullah saw. Telah mencegah membunuh empat macam binatang, yaitu : semut, lebah, burung hudhud, dan burung surad”. (HR.Ahmad).

Yang di haramkan berdasarkan Nash dalul Al-qur’an sebagai berikut

Artinya :
“Di haramkan atas kamu (makan) bangkai, dan darah, dan daging babi, dan apa-apa yang di sembelih karena yang lain dari Allah, dan yang mati di cekik, dan yang mati jatuh dari atas, dan yang mati di tanduk, dan yang mati di tolak binatang buas, kecuali barang yang kamu sempat sembelih, dan binatang-binatang yang di sembelih atas nama berhala”. (QS.Al-Maidah, ayat 3).

Hukum tentang Bangkai

  1. Binatang yang mati tidak di sembelih termasuk disebut bangkai, bangkai hukumnya haram kecuali bangkai ikan dan belalang.
  2. Binatang yang mati di cekik, di pukul, di tanduk binatang lain atau jatuh dari tempat yang tinggi juga hukumnya haram, kecuali di sembelih sebelum mati.
  3. Sesuatu anggauta yang di potong dari binatang yang masih hidup, misalnya telinga atau sedikit daging paha, hukumnya seperti bangkai, kecuali bulu binatang yang halal di makan hukumnya suci.

 

Tentang dalam keadaan darurat

Orang yang kuat dugaanya akan mati atau di timpa penyakit yang menghawatirkan, dalam keadaan darurat ini boleh ia makan atau minum yang kalau dalam keadaan biasa di haramkan.

Kiranya itu saja yang bisa saya sampaikan, kesalahan itu datangnya dari saya dan yang benar adalah hanya dari Allah dan Rasulnya.

Semoga artikel Ciri-Ciri Makanan, Minuman, Binatang Yang Halal dan Haram bermanfaat amin ya rabal’alamin.

Ciri-Ciri Makanan, Minuman, Binatang Yang Halal dan Haram | Topik Islam | 4.5

Leave a Reply