Hukum Nikah Bagi Laki-Laki Dan Perempuan Menurut Islam

TopikIslam.com – Ada beberapa hukum pernikahan dalam islam, yang kesemuanya itu di sesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang ada pada saat itu, namun pada dasarnya atau hukum awalnya nikah itu adalah mubah atau jaiz yang di anjurkan, dalam islam hukum mubah itu di artikan boleh, boleh atau mubah (jaiz) itu kalau di nisbatkan adalah seperti angka nol, nol ketika di sandingkan dengan satu berarti nol satu, dan nol apabila kita sandingkan dengan dua berarti nol dua dan seterusnya.

hukum nikah menurut islam

Ketika kita menemukan hukum islam yang hukumnya mubah maka kita harus melihat sebab dan akibat dari situlah hukum mulai ada, maka dari itu hukum mubah tidak selamanya mubah melainkan bisa juga terjadi dan menjadi sunah, haram, makruh, wajib tergantung peruntukan dan perolehanya.

Sebagaimana juga dengan hukumya seseorang yang ingin menikah yaitu mubah yang di anjurkan tergantung dari pada kondisi pada saat itu, ketetapan itu hanya berlaku bagi seseorang itu sendiri yang mau menikah dengan melihat keadaan yang sebenar-benarnya tidak ada kepura-puraan melainkan beranjak dari hati sanubari yang paling dalam seseorang tersebut.

Poligami
Yang saya kemukakan di atas bahwa hukum dasarnya menikah itu adalah di anjurkan, mubah sesuai dengan firman Allah swt.

Artinya :
“……. Maka kawinilah perempuan-perempuan yang kamu sukai, tiga dan empat, tetapi kalau kamu kuwatir tidak dapat berlaku adil (antara perempuan-perempuan itu), hendaklah satu saja…”. (S.An-Nisa, ayat 3).

Dengan firman tersebut bahwa jelas, menikah adalah suatu perbuatan yang di anjurkan oleh Allah swt.

Yang menarik dalam ayat itu, bahwasanya perintah anjuran untuk menikah adalah di tujukan untuk kaum laki-laki, dan sementara dari kaum hawa hanya menerima saja, maka banyak kaum laki seakan berkuasa atas kaum perempuan dengan bisa menikahi beberapa wanita sebagaimana di sebutkan tiga atau empat itu juga di anjurkan.

Namun sebetulnya dalam ayat tersebut menikah bagi kaum laki-laki bukan dua, tiga atau empat yang di anjurkan melainkan “menikahnya itu yang di anjurkan” dalam hal ini adalah satu saja, karena dalam ayat pada kalimat yang terakhir di anjurkan juga bagi laki-laki menikahi perempaun hanya boleh satu saja.

Jadi kedudukan anjuran  tiga atau empat sebetulnya tidak ada, kalaupun ada orang yang mau menikah tiga atau empat harus melalui persyaratan yang sangat ketat, dan itu semua di niatkan hanya karena Allah semata.

Dan juga firman Allah pada bagian surat lain dalam Al-qur’an disebutkan sebagai berikut :

Artinya :
“Dan kawinilah orang-orang yang sendirian (janda) di antara kamu dan hamba sahaya laki-laki dan perempuan yang patut…” (S.An-Nur, ayat 32).

Nah, barangkali dalam ayat ini saling berkesesuaian dengan ayat di atas tersebut yaitu untuk mengantisipasi apabila ada kaum laki yang ingin menikah tiga atau empat kaum perempuan adalah kaum perempuan yang bersetatus janda dan hamba sahaya, yang intinya untuk menolong karena Allah.

Sebagaimana hukumnya nikah adalah di anjurkan, maka bagi siapa saja baik kaum laki atau perempuan hendaklah memperhatikan kondisi pada saat itu, yang mana kondisi saat itu adalah menentukan hukum yang sebenarnya, di antara hukum nikah dalam islam adalah sebagai berikut:

Hukum nikah dalam Islam

Hukum asalnya nikah adalah jaiz atau boleh bagi laki-laki maupun perempuan namun dapat menjadi berbeda ketika kondisi pada saat itu seperti ini.

  1. Menikah hukumnya sunah bagi orang yang berkehendak serta cukup nafkah sandang pangan dan lain-lainya.
  2. Menikah hukumnya wajib bagi orang yang cukupu sandang pangan dan di khawatirkan terjerumus ke lembah perzinaan.
  3. Menikah hukumnya makruh bagi orang yang tidak mampu memberi nafkah.
  4. Menikah hukumnya haram bagi orang yang berkehendak menyakiti perempuan yang akan di nikahi.

Dan baginda Rasulullah saw. Dalam hadistnya juga menganjurkan bagi kaum laki-laki dan perempuan untuk menikah sebagai berikut :

Artinya :
Dari Abdullah bin Mas’ud ra. Ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda kepada kami : “Hai kaum pemuda, apabila di antara kamu kuasa untuk kawin, hendaklah ia kawin, sebab kawin itu lebih kuasa untuk menjaga mata dan kemaluan, dan barangsiapa tidak kuasa, hendaklah ia berpuasa, sebab puasa itu jadi penjaga baginya”.(Muttafaiq’alaih).

Kalau saja umat islam bisa menjalankan dengan sesuai hadist tersebut, saya kira tidak akan ada yang namanya perzinaan, hamil di luar nikah, dan lain sebagainya yang bisa menyengsarakan bagi pelakunya itu tersebut di dunia maupun di akhirat.

Menikah menurut islam adalah sesuatu yang sangat penting untuk kemaslahatan manusia, yang mana Rasulullah saw. Sampai-sampai menyebutkan dalam hadistnya sebagai berikut :

Artinya :
Dari Anas bin Malik ra. Bahwasanya Nabi saw. Memuji Allah dan menyanjung-Nya beliau berkata : “Akan tetapi aku shalat, akau tidur, aku berpuasa, aku makan dan aku mengawini perempuan : barangsiapa yang tidak suka dengan perbuatanku, maka bukanlah dia dari golonganku” (HR.Buhari dan Muslim).

Itu saja yang bisa saya sampaikan kurang dan lebihnya saya ucapkan terimakasih.

Semoga artikel ini menjadi pencerahan bagi pembaca semuanya, mohon maaf apabila ada salah kata yang di sengaja ataupun tidak di sengaja itu semat-mata kesalahan saya dan yang maha benar hanya Allah dan para Rasulnya.

Hukum Nikah Bagi Laki-Laki Dan Perempuan Menurut Islam | Topik Islam | 4.5

Leave a Reply