Ini Hukum Shalat Jum’at di Jalan

Hukum Shalat Jum’at di Jalan Topikislam.com – Islam adalah agama yang setiap kegiatan ibadahnya tidak mengganggu orang lain ataupun ketertiban umum, itu adalah lebih baik dan lebih utama dari pada meresahkan orang lain, karena islam adalah agama untuk kebaikan semua manusia.

Namun demikian, kegiatan ibadah terkadang sering di salah artikan dengan maksud dan tujuan yang tidak semestinya yaitu “ibadah karena Allah”.

Kepentingan umum adalah lebih utama dari pada kepentingan segelintir orang tertentu, walaupun tujuanya baik tapi mengganggu halayak umum akhirnya menjadi tidak baik.

Shalat di tengah jalan dan menutup jalan tersebut, kira-kira apa yang terbenak dalam pikiran anda ?
Pasti anda akan berkata dan bertanya “nanti kalau jalanya di tutup orang yang biasa lewat jalan tersebuat akan lewat jalan mana lagi ?” “apakah nanti tidak merepotkan orang tersebut ?” “apakah tidak mengganggu orang tersebut ?”, dari situ saja sudah bisa di pastikan bahwa shalat di tengah jalan adalah mengganggu ketertiban umum, lalu apakah hukumnya kalau mengganggu ketertiban umum ? anda sudah bisa menjawabnya sendiri.

Akan tetapi dalam hal ini supaya lebih menguatkan argumen saya di atas, saya ingin menyertakan hadist-hadistnya yang bersesuaian dengan masalah hukum shalat di jalan, supaya menjadi pegangan bagi para pembaca semua.

hukum shalat jumat di jalan

Bermula dari cuplikan hadist di bawah ini :


“Dimanapun waktu shalat tiba maka shalatlah di situ, sebab itu adalah masjid” 

Dalam cuplikan hadist tersebut, kalau kita telan mentah-mentah, maka akan menjadi shalat boleh dimana saja atau tidak adanya tempat tertentu untuk menjalankan shalat, maka dengan demikan akan menjadi rancuh, orang akan bisa shalat di tempat sampah, kamar mandi, toilet, kandang sapi, dan lain sebagainya.

Maka untuk memuliakan agama islam dengan ibadah shalatnya ada sebuah hadist yang melarang orang shalat di tempat yang 7 ini.

Artinya :
Dari ibnu Umar ra. Bahwa Rasulullah saw. Telah melarang di lakukan shalat pada tujuh tempat : tempat sampah, tempat penjagalan, kuburan, tengah jalan, kamar mandi, tempat deruman unta, dan di atas permukaan ka’bah (R.Abd bin Humaid, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi).

Dalam hadist tersebut ada sebagian yang melemahkanya karena sanadnya kurang kuat, tapi apakah kita pantas dan termasuk orang yang memuliakan islam apabila shalat di kamar mandi atau di tempat sampah, atau di tengah jalan ?

Saya kira walaupun lemah hadist tersebut bukan berarti harus meremehkanya, walau bagaimanapun ternyata banyak juga hadist-hadist shahih yang lain secara terpisah menyebutkan sebagai berikut :
Ibnu Hiban meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudry beliau berkata :

Artinya :
Rasulullah saw bersabda : “Bumi seluruhnya masjid kecuali kuburan dan kamar mandi”.

Dan hadist lain Asy-Syafi’i meriwayatkan dalam musnadnya :

Artinya :
Dari Amr bin Yahya Al-Ma’zini dari ayahnya bahwa rasulullah saw. Bersabda : “Semua bumi masjid kecuali kuburan dan kamar mandi”.

Muslim meriwayatkan :

Artinya :
Dari Abu Matsad Al-Ghonawy, aku mendengar Rasulullah saw bersabda : “Janganlah kalian shalat menghadap kuburan dan jangan duduk di atasnya”.

Ahmad meriwayatkan :

Artinya :
Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw. Bersabda : “…. Awaslah kalian janganlah shalat di tengah jalan”.

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan :

Artinya :
Dari suwaid bin Ghoflah ra. Bahwasanya rasulullah saw. Bersabda : “ dia melarang shalat di jalan”.

Ibnu Majah meriwayatkan :

Artinya :
Dari Salim dari ayahnya bahwasanya Nabi melarang shalat di lakukan di tengah jalan.

Dengan hadist-hadist tersebut di atas, jelas sekali bahwa shalat di jalan adalah dilarang dan tidak sah shalatnya walaupun dengan alasan apapun!

Apalagi untuk zaman sekarang terutama di indonesia khususnya jakarta, masjid sangat banyak dan layak untuk di manfaatkan dan di makmurkan.

Dengan demikian sungguh melecehkan umat islam apabila ada sebagian orang yang ingin melakukakan shalat besar-besaran secara di sengaja di jalanan sudah pasti mengganggu ketertiban umum, saya kira biasanya yang di jalanan itu identik dengan preman.

Untuk itu marilah kita kembalikan Itiqad kita bahwa untuk mencari sesuatu yang di inginkan janganlah mengorbankan shalat kita yang notabenya adalah shalat tiang agama, apabila rusak shalat kita maka rusaklah agama itu.

Untuk menegakan islam di bumi ini Nabi juga telah memberikan contoh kepada kita untuk tidak memaksakan kehendak, biarlah semua itu menjadi urusan Allah yang maha tahu akan kemana kasus Ahok.

Tinggal sekarang kita mengikuti saja peraturan yang ada, toh kita juga di suruh taat pada ‘ulil amri yang penting kita kawal terus hukumnya Insyaallah Allah beserta kita.

Kalau merasa tersinggung gara-gara ucapan ahok, saya rasa semua umat islam akan teringgung, apabila kita sudah berusaha kewajiban setelah itu adalah kita pasrahkan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membawa kedamaian di negri yang saya cintai indonesia.

Ini Hukum Shalat Jum’at di Jalan | Topik Islam | 4.5

Leave a Reply