Ini keputusan Hakim Kasus Jesica Kopi Bersianida versi TopikIslam.com

TopikIslam.com – Pendapat tentang kasus jesica yang setiap hari semakin membuat penasaran publik baik di kota maupun pedesaan.

Dalam menegakan hukum tentunya sangat penting, namun dalam penegakan hukum itu sendiri haruslah benar-benar mencerminkan rasa keadilan bagi semua pihak.

Namun sangat di maklumi bahwa manusia itu tidaklah bisa membuat keadilan yang sempurna kecuali keadilanya Allah swt.

Tapi ketika kasus itu di uraikan dengan menghadirkan saksi-saksi, maka mau tidak mau hakim harus dapat menyimpulkan dan memutuskan.

kasus jessica kopi bersianida

 

Kasus kopi sianida yang sangat sulit

Karena kasus yang sangat pelik dan rumit ini, saya selalu mengikuti sidang secara seksama walaupun hanya lewat media televisi.

Akhirnya saya juga tergerak untuk menulis blog ini dan ingin partisipasi mengemukakan pendapat saya, sesuai dengan topik blog ini yaitu blog islami.

Dengan itu maka bagaimanakah cara memutuskan yang paling benar dan paling baik berdasarkan islam ? yuk kita ikuti terus artkel ini.

Ketika kita masuk dalam ranah islam dalam kasus jessica kopi bersianida, maka kita mempunyai dasar yang berdasarkan Al-qur’an dan Al-hadist, ijma, dan qiyas. Seperti apa versi islamnya ? yuk ikut terus.

Menurut islam sangatlah mudah untuk menentukan bahwa orang itu bersalah atau tidak bersalah, apalagi setelah hakim mendengarkan kesaksian-kasaksian dan di dukung dengan alat bukti.

Tapi lain lagi dalam kasus jesica kopi sianida ini yang minim dengan alat bukti, sehingga membuat banyak orang yang meragukan apakah jesica kah sang penabur sianida itu?

Dalam hukum islam untuk menyimpulkan masalah yang seperti ini tidaklah sulit dan sangat gampang sekali.

Yaitu ketika seseorang dihadapkan dalam sebuah keragu-raguan, maka tindakan apa yang paling tepat untuk memutuskanya?

Dalam hukum yang ada di islam, kuncinya seperti ini :

Yang halal itu jelas dan yang haram itu juga jelas, akan tetapi ketika apabila bertemu dengan keragu-raguan maka seseorang tersebut ibarat berdiri di tengah-tengah kobaran api, dan ketika terjatuh ke depan maka yang ia dapatkan adalah api, dan ketika terjatuh kebelakang maka yang ia dapatkan juga api dan seterusnya-seterusnya.

Lantas langkah apakah yang harus di tempuh?

Yaitu dengan cara meninggalkan keraguan-keraguan itu menjadi terang benderang dan jangan memutus bersalah dengan bukti yang di ragukan atau kurang akurat atau jangan masuk ke lingkran api tersebut.

Dan apabila yang halal atau yang haram tidak di ketemukan, maka orang tersebut harus di bebaskan. (jangan memutus salah dengan bukti yang di ragukan).

Itu semua akan menjadi kebaikan bagi si hakim ataupun orang lain
Karena ketika hakim dalam kasus jesica ini, apabila memutuskan yang ragu dan menetapkan jesica bersalah, maka hakim itu harus bertanggung jawab di dunia sudah pasti apalagi di akhirat.
Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw.

Artinya :
Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. Beliau bersabda : “Barangsiapa yang pernah menganiaya saudaranya baik yang berhubungan dengan kehormatan diri maupun sesuatu yang berhubungan dengan harta benda maka ia hendaklah minta di halalkan (minta maaf) sekarang juga sebelum datangnya saat dimana uang dinar dan dirham tidak berguna di mana bila ia mempunyai amal shalih maka amal iu akan di ambil sesuai dengan kadar penganiayaanya, dan bila ia tidak mempunyai kebaikan maka kejahatan orang di aniaya itu di ambilnya dan di bebankan kepadanya” (Riwayat Bukhari).

Dan dalam hadist yang lain diriwayatkan seperti ini ;

Artinya :
Dari Abu Umamah Iyas bin Tsa’labah Al-haritsy ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : “Barangsiapa yang merampas hak seorang Muslim dengan menggunakan sumpah maka Allah benar-benar mewajibkan kepadanya untuk masuk neraka dan Allah mengharamkan surga baginya”. Ada seorang sahabat bertanya : “Walau yang dirampas itu sesuatu yang sangat sedikit wahai Rasulullah ? “ beliau menjawab “Walaupun hanya sepotong kayu arak”. (Riwayat Muslim).

Semoga saja hakim akan memutuskan yang paling benar, sesuai dengan saksi atau alat bukti yang ada dan tidak di dasari oleh rasa benci apalAgi intervensi dari pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan moment ini.

Dan harus diketahui pula bahwasanya perdilan yang ada di dunia ini tidak serta merta akan membuat adil bagi semua pihak, tapi apabila keadilan itu di tegakan atas dasar dengan fakta yang nyata dan tidak di rekayasa, maka sedikitnya akan mengurangi polemik di antara kedua pihak.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Ini keputusan Hakim Kasus Jesica Kopi Bersianida versi TopikIslam.com | Topik Islam | 4.5

Leave a Reply